Berita Terkini

407

Pemilu Serentak 2024, Seluruh ASN KPU Pasbar Ikuti Pelatihan

Padang, kab-pasamanbarat.kpu.go.id – Sekretaris Jenderal KPU Republik Indonesia, Bernad Dermawan Sutrisno menegaskan agar Aparatur Sipil Negara di lingkungan Sekretariat KPU agar menjadi pelayan publik yang berintegritas dan profesional. Terkhusus dalam menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak 2024 mendatang, seluruh jajaran sekretariat KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten Kota harus mampu membangun Soliditas, meningkatkan kompetensi dan kapasitas, serta memiliki pemahaman yang sama mengenai Tupoksi sebagai penyelenggara pemilu.   “Kesekretariatan KPU berada dalam satu kesatuan manajemen yang bersifat hierarki dan monoloyalitas, harus mampu menjadi ASN yang unggul dalam pengetahuan (knowledge), keahlian dan keterampilan (skill), serta sikap/etos kerja (attitude) dalam menghadapi tantangan pelaksanaan tugas,” tegas Bernad. Pesan ini disampaikan Sekjend secara daring dalam pembukaan Pelatihan Dasar Tata Kelola Pemilu (Latsar TKP) bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Sekretariat KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota se-Indonesia gelombang pertama yang dilaksanakan pada pada Kamis 2 Juni 2022. mendapatkan giliran Pertama Adalah Provinsi Sumatera Barat, Jawa Barat, Sulawesi Utara dan Kalimantan Utara. Sementara itu Provinsi lainnya akan mendapatkan giliran pada tanggal 4 sd 21 Juni 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 8.193 orang ASN KPU yang tersebar di 34 provinsi.   KPU Sumbar melaksanakan Latsar Tata Kelola Pemilu bertempat di Hotel Santika Premiere Padang. Dalam kegiatan ini 321 orang ASN KPU se-Sumbar dibekali pengetahuan dasar-dasar pemilu dan demokrasi, juga materi kesekretariatan penyelenggara pemilu yang independen. Pemateri yang hadir adalah Anggota Tim Pakar KPU RI, Nazir Salim Manik dan pelatihan difasilitasi oleh Tenaga Ahli KPU RI, Fadlilah Mohammad.     Dalam sambutannya sebelum menutup kegiatan, Sekretaris KPU Sumbar, Firman,  menyampaikan apresiasinya kepada seluruh ASN KPU se-Sumbar yang telah mengikuti kegiatan ini dengan antusias. “Saya berharap setelah mengikuti Latsar TKP ini, kita semua mempunyai pemahaman yang sama dan spirit yang kembali diperbarui untuk melaksanakan tugas dan fungsi kita sebagai sekretariat KPU dalam menyukseskan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024”, tutup Firman.* (Hupmas_PB/zz)


Selengkapnya
456

Perkuat idealisme pers dalam gerakan Fact cheking

PADANG (6/6/2022) - Komisioner KPU RI, Idham Holik menegaskan, publik Indonesia telah ikut terseret dalam era post truth yang melanda berdunia. Akibatnya, lanskap kehidupan demokrasi Indonesia juga ikut terseret arus post truth yang cenderung merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara.  “Saatnya, media memperteguh peran sebagai penyuara kepentingan publik (voice of the people). Praktisi media harus terus memperkuat idealisme pers, menepis dampak era post truth yang ditandai dengan kemenangan Donald Trump sebagai presiden Amerika dan peristiwa British Exit,” ungkap Idham di Padang, Ahad.  Pernyataan ini disampaikan Idham Holik saat jadi pembicara pada seminar nasional yang digagas Pengda JMSI Sumbar di Convention Hall Pemprov Sumatera Barat di Jl Raya Padang-Painan Km 13 Bukit Lampu, Kota Padang, besok, Ahad.  Seminar bertemakan ‘Peran Media Menyukseskan Pemilu 2024 Berkualitas dan Berintegritas’ ini, selain Idham Holik, juga menghadirkan Ketua Umum Pengurus Pusat JMSI, Teguh Santosa dan Hary Efendi Iskandar (Dewan Pakar JMSI Sumbar sekaligus peneliti utama Pusat Studi Humaniora FIB Unand).  Dikatakan Idham, sampai saat ini, pers ditempatkan di tempat terhormat dalam panggung demokrasi Indonesia. Yakni ditempatkan sebagai pilar keempat demokrasi. Karenanya, praktisi media (wartawan) adalah penjaga pilar demokrasi tersebut.  Dalam konteks kehidupan demokrasi, terang Idham, media massa adalah ruang strategis dalam melakukan pendidikan pemilih secara lebih luas. Selain itu, media massa memiliki peran untuk menepis berbagai informasi negatif yang tersebar secara massif di media sosial (medsos).  “Agar post truth tidak terus berkembang di ruang publik, maka salah satu strategi KPU RI dalam menyelenggarakan Pemilu 2024 ajukan masa kampanye dipersingkat dan segera diumumkan pada 27 Juni 2022 depan. Tujuannya, agar selama masa kampanye, hoaks tidak terus diproduksi dan disebarkan,” ungkap Idham.  Selain itu, Idham Holik juga mengapresiasi praktisi media yang ikut aktif memerangi penyebaran hoaks dan salah satu langkah yang dilakukan praktisi media, mengampanyekan gerakan Fact finding atau fact checking.  Hal senada dikatakan Peniliti Utama Pusat Studi Humaniora FIB Unand, Hary Efendi Iskandar. Menurutnya, media memiliki peran besar dalam kesuksesan pembangunan terutama dalam pembangunan iklim demokrasi yang semakin lebih baik.  “Kita tentu tak menginginkan era post truth ini terus berlanjut. KPU di momentum Pemilu 2024 ini, harus mengambil peran agar kehidupan berdemokrasi kita semakin baik,” harap Hary.  Sementara itu disisi lain, Teguh Santosa sebagai Ketua DPP JMSI  menyatakan, saat ini media massa telah dijadikan alat perang paling canggih yang pernah ada. Dia bisa mengalahkan fungsi berbagai peralatan perang tercanggih yang pernah ada.  “Produk media massa, bisa mempengaruhi kepercayaan publik tanpa harus mencederai. Ini sangat berbahaya seperti halnya kejadian glasnost dan perestroika yang jadi salah satu alasan di balik keruntuhan Uni Soviet,” ungkap Teguh Sentosa. Dikesempatan itu, Teguh juga mengajak praktisi media untuk tak sekadar mengejar click bite. Data 2017 lalu, ungkap Teguh, ada lebih dari 43 ribu media online yang mendiseminasi informasi di ruang publik pascareformasi 1998. “JMSI sebagai salah satu konstituen Dewan Pers, berkomitmen untuk mewujudkan ekosistem pers yang sehat. Mewujudkan itu, JMSI membutuhkan kerjasama seluruh stake holder agar harapan itu bisa terwujud,” terangnya. “Masyarakat pers sendiri, juga berkomitmen kuat mewujudkan ekosistem pers yang sehat ini. Salah satu perwujudannya, dilakukannya uji kompetensi wartawan dengan tiga tingkatan. Kompetensi muda, madya dan utama,” tambah Teguh.  Aneka perbaikan yang dilakukan masyarakat pers ini, ungkap Teguh, demi menjaga marwah pers agar tak terseret dalam pusaran post truth. “Kabar bohong yang terus diproduksi secara terus menerus, akan membuat publik jadi percaya. Masyarakat pers tentu tak menginginkan ini, karena juga bisa berpotensi membunuh bangsa sendiri,” tegasnya.  Menurut Teguh, masyarakat pers juga harus terus melakukan literasi pada publik, tentang mana yang substansi informasi (bersumber dari industri media massa) dan mana kabar yang tersiar melalui platform digital (sosial media).  “Post truth itu lahir dari kegamangan masyarakat yang terpengaruh dengan informasi yang tersebar melalui platform digital. Kemudian, penggunanya juga melonjak drastis dimana platform digital juga menyiarkan informasi yang disampaikan media massa,” tegas teguh.  Seminar nasional ini dibuka Asisten III Pemprov Sumbar, Andri Yulika mewakili gubernur Sumbar. Dia berpesan tentang besarnya pengaruh media ditengah makin menjamurnya industri pers. "Semoga JMSI bisa berperan aktif meningkatkan kualitas literasi masyarakat terutama tentang kepemiluan," harapnya.  “Dengan peran aktif JMSI dalam menyosialisasikan program dan tahapan Pemilu, diharapkan target partisipasi sebesar 79,5 persen,” tambah dia.  Seminar yang berlangsung selama 2 jam lebih yang dipandu Direktur Eksekutif Center for Analisys Research and Development (CARE) Indonesia, Jen Zuldi itu juga diikuti Ketua KPU Sumbar, Yanuk Sri Mulyani dan anggota KPU Sumbar lainnya seperti Izwaryani, Gebril Daulay dan Yuzalmon.  Juga hadir Komisioner yang membidangi Divisi Teknis KPU bersama Kasubag Teknis di 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat. Juga Kemudian, mahasiswa Universitas Andalas serta pengurus JMSI Sumbar, Pengcab JMSI Bukittinggi dan pemegang mandat JMSI Kota Payakumbuh, Wizri Yasir. (Hupmas_KPU_PB_Adri)


Selengkapnya
695

Kabar Baik dari Istana

Simpang Empat, kab-pasamanbarat.kpu.go.id. Untuk menyonsong dimulainya Tahapan Pemilu serentak Tahun 2024, Pimpinan KPU RI di Jakarta telah mengabarkan kepada Publik bahwa Presiden RI telah merespon positif berbagai persiapan yang telah dimulai oleh KPU RI dan jajarannya. disadur dari Laman Web KPU RI mengabarkan bahwa Tujuh orang Pimpinan KPU RI yang terdiri dari Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari, Anggota KPU RI August Mellaz, Betty Epsilon Idroos, Mochammad Afifuddin, Idham Holik, Yulianto Sudrajat, Parsadaan Harahap bersama Sekjen KPU RI Bernad Dermawan Sutrisno, pada Senin (30/5/2022) pagi mendatangi Istana Merdeka, Jakarta untuk beraudiensi dengan Presiden RI Joko Widodo, membahas kesiapan penyelenggaraan Pemilu 2024. Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari pasca pertemuan menyampaikan 6 poin tersebut antara lain dukungan penuh Presiden terhadap pelaksanaan tahapan dan pelaksanaan Pemilu 2024 yang menjadi tanggungjawab KPU, kedua dukungan penuh Presiden pada proses regulasi dan pendanaan KPU, ketiga dorongan Presiden agar kualitas Pemilu 2024 lebih baik baik tingkat partisipasi maupun tata kelola pemilu, keempat dorongan Presiden agar KPU dapat mengelola pelaksanaan pemilu utamanya teknis seperti DPT, sistem teknologi informasi, manajemen kerja serta rekapitulasi, kelima dorongan presiden agar kampanye meningkat kualitasnya dengan masa kampanye yang tidak terlalu panjang dan terakhir dorongan Presiden kepada Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah dan Instansi terkait untuk mendukung penuh KPU dalam hal tahapan, pengadaan, produksi dan distribusi logistik.   Selanjutnya pada saat pemaparan pada media, Hasyim juga menyampaikan kesiapan KPU menghadapi Pemilu 2024, mulai dari SDM, pemanfaatan teknologi informasi, pendataan pemilih, anggaran, serta sarana dan prasarana. Khususnya anggaran, KPU mengusulkan Rp76 Triliun yang diperuntukkan untuk tiga tahun pelaksanaan tahapan, 2022 sebesar Rp8,01 Triliun (10,52 persen), 2023 sebesar 23,8 Triliun (31,12 persen) dan 2024 sebesar Rp44,7 Triliun (58,36 persen).   “Pertama digunakan untuk kegiatan tahapan sebesar Rp63,4 Triliun (82,71 persen) dan untuk kegiatan dukungan tahapan (pembangunan renovasi gedung kantor dan gudang, sewa kendaraan dinas, uang kehormatan komisioner, gaji dan tunjangan kinerja pegawai, belanja operasional kantor), dukungan IT dan rekrutmen anggota KPU provinsi/KIP Aceh, KPU/KIP kab/kota) sebesar Rp13,2 Triliun (17,29 persen),” tambah Hasyim. (Humas_KPU_PB) Sumber : https://www.kpu.go.id/berita/baca/10546/dukungan-presiden-untuk-kpu-sukseskan-tahapan-pemilu-2024#  


Selengkapnya
380

Daftar Pemilih Berkelanjutan Di Update KPU Sumbar

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Barat baru baru ini melakukan update DaftarPemilih Berkelanjutan, update info ini di umumkan melalui BERITA ACARA Nomor: 37 /PK.01.BA/13/2022 TENTANG REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN BULAN MEI TAHUN 2022 PROVINSI SUMATERA BARAT untuk lebih lengkapnya bisa mengunduh nya melalui link berikut  https://sumbar.kpu.go.id/berita/baca/7848/berita-acara-nomor-37-pk01ba132022-tentang-rekapitulasi-daftar-pemilih-berkelanjutan-bulan-mei-tahun-2022-provinsi-sumatera-barat#


Selengkapnya
473

KPU Pasbar Bahas Rancangan Anggaran Pemilu 2024

KPU RI dan Jajaran baik ditingkat Provinsi dan Kabupaten sudah banyak melakukan persiapan menandakan perhelatan Pemilu Tahun 2024 segera akan dimulai. Slah satunya adalah diumumkannya surat keputusan KPU RI nomor 21 tahun 2022 tentang Penetapan Hari dan Tanggal Pemungutan Suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR, DPRD Prov dan Kab/Kota Serentak tahun 2024 yang akan dilaksanakan Rabu 14 Februari 2024. Serta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota serentak se Indonesia pada tanggal 27 November 2024. Jika dihitung mundur lebih kurang 22 bulan lagi untuk penyelenggaraan Pemilu dan 30 bulan lagi untuk penyelenggaran Pemilihan Serentak. KPU sebagai lembaga penyelenggara teknis sudah mulai merancang program, jadwal dan tahapan penyelenggaraan Pemilu dan juga pembahasan anggaran bersama pemerintah dan Komisi II DPR RI. Dari hasil konsinyering terakhir yang dilaksanakan oleh Komisi II sudah hampir di sepakati anggaran penyelenggaran Pemilu Serentak sebanyak 76 M. Dari sisi tahapan penyelenggaraan Pemilu juga sudah hampir mengerucut seperti penetuan jadwal masa kampanye peserta pemilu dan lain lain. Pemutakhiran data pemilih dan juga terkait dengan penyelenggara adhock yang nanti akan di lakukan proses rektrumen oleh KPU Kab/ Kota. KPU Provinsi dan Kab/Kota juga sudah di instruksikan oleh KPU RI untuk memulai merancang anggaran kebutuhan Pemilihan. KPU Kab. Pasaman Barat sudah melakukan pembahasan anggaran Pemilihan, dalam minggu ini rapat pleno terkait rancangan anggaran ini akan segera dilaksanakan. Berapa besarannya, masih menunggu bahasan masing masing Sub bagian dan atau divisi. Rapat rapat internal sudah dimulai secara meraton, KPU Kab Pasaman Barat juga sudah menyampaikan rancangan anggaran tersebut kepada KPU Provinsi.  Dan kepada masyarakat Kab Pasaman Barat kita berharap bersama mengawal proses pelaksanaan pemilihan kepala daerah Kab Pasaman Barat ini agar berjalan dengan baik. Mulai dari proses pengusulan anggaran, pemutakhiran data pemilih, sampai nanti kepada proses pemungutan dan penghitungan suara. Semoga semua tahapan Pemilu dan pemilihan berjalan lancar dan sukses. (Parmas_PB)


Selengkapnya
441

Disiplin dan Kompak, Kunci Kesuksesan.

Simpang Empat, kab-pasamanbarat.kpu.go.id/ – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasaman Barat Divisi Penyelenggaraan Pemilu Adri menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kekompakan dalam persiapan penyelenggaraan Pemilu 2024. Kedisiplinan dan Kekompakan menurut dia adalah kunci succes dalam penyelenggaraan Pemilu. “Kita sebagai Penyelenggara harus Siap,” katanya saat bertindak sebagai Pembina Apel, Senin (23/5/2022). Adri pun berpesan agar Sekretariat dan Komisioner harus terus bekerja bahu membahu. Dia mendorong agar semua personil berusaha memahami aturan dalam menjalankan semua tahapan sehingga kepercayaan masyarakat semakin meningkat. Kedua, Adri berpesan agar semua pihak bisa bekerja menjalankan tupoksi masing masing. Dan untuk merealisasikan itu perlu dukungan dan ketegasan Sekretaris, koordinasi, kolaborasi dan sinergi antar subbagian. “Jangan menunda-nunda pekerjaan,” tambah Adri. “Setiap hasil Keputusan daalam Rapat Pleno Harus disosialisasikan kepada seluruh staf untuk bisa segera ditindak lanjuti,” tutup Adri. (Parhupmas-PB)


Selengkapnya